Sleman – Dalam suasana penuh kebersamaan di bulan suci Ramadhan, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Sleman menggelar Sarasehan Ramadhan dengan mengusung tema Pemuda Islam Moderat dan Inklusif. Acara ini bertujuan untuk mempererat persatuan umat serta memperkuat peran pemuda dalam menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman.
Kegiatan yang dihadiri oleh tokoh-tokoh muda Islam, akademisi, dan perwakilan organisasi kepemudaan ini menyoroti pentingnya sikap moderat dalam beragama serta inklusivitas dalam kehidupan sosial. Ketua PDPM Sleman Prakasa Radya Sulendra, menegaskan bahwa pemuda Muhammadiyah memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga persatuan umat, terutama dalam menghadapi tantangan era digital yang sering kali memicu polarisasi di masyarakat. Sabtu (15/3/2025)
“Pemuda Islam harus menjadi pelopor dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, dengan tetap menjunjung tinggi toleransi, keadilan, dan persatuan. Sikap moderat dan inklusif menjadi kunci untuk membangun masyarakat yang harmonis dan berkemajuan,” ujar salah satu narasumber dalam sarasehan ini.
Diskusi dalam sarasehan ini juga menekankan peran aktif pemuda dalam menghadirkan solusi bagi problematika sosial, seperti intoleransi dan radikalisme. Dengan mengedepankan pemahaman Islam yang terbuka dan kontekstual, pemuda diharapkan mampu menjadi jembatan dalam merajut ukhuwah Islamiyah serta membangun dialog yang konstruktif dengan berbagai elemen masyarakat.
Melalui Sarasehan Ramadhan ini, PDPM Sleman menegaskan komitmennya untuk terus mendorong generasi muda agar menjadi agen perubahan yang mengedepankan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan keadilan. Harapannya, semangat ini tidak hanya menjadi wacana, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata untuk membangun bangsa yang lebih damai dan berkeadaban.